Sabtu, 17 Agustus 2013

Karya Tulis Ilmiah Tentang Kanker serviks

My Blogspot catatan tanganku

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
                  Sesuai dengan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan bab I pasal 1 ayat (1) “Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis”. Pada bab VI pasal 71 ayat (1) ”Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan” dan pada bab X ayat (1) “Pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular serta akibat yang ditimbulkannya.
                   World Health Organitation (WHO) menyatakan pada tahun 2015, diperkirakan ada 9 juta orang meninggal kerena kanker dan tahun 2030 diperkirankan ada 11,4 juta orang karena kanker (infopasutri.wordpress.com, 2011).
1
 
            Menurut Yayasan Kanker Indonesia, saat ini penyakit Kanker serviks menyebabkan korban meninggal sedikitnya 200.000 wanita per tahun atau diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut. Kanker leher rahim atau karsinoma leher rahim uterus merupakan kanker pembunuh wanita nomor dua didunia dengan frekuensi relatif tertinggi (25,6%). Setiap tahunnya terdapat kurang lebih 500 ribu kasus baru kanker leher rahim sebanyak 80% terjadi pada wanita yang hidup dinegara berkembang. Sedikitnya 231.000 ribu wanita diseluruh dunia meninggal akibat kanker leher rahim. Dari jumlah itu, 50 % kematian terjadi di negara-negara berkembang. Hal itu terjadi karena pasien mengatahui setelah stadium lanjut (Depkes, 2008).
                 Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, AKI sebesar 228/100.000 Kelahiran Hidup (KH). Pemerintah memerlukan upaya yang sinergis dan terpadu untuk mempercepat penurunan AKI yang  merupakan tujuan kelima target Millenium Development Goals (MDGs) yaitu Meningkatkan Kesehatan Ibu pada tahun 2015 dengan target AKI sebesar 102/100.000 kelahiran hidup. Tentunya hal ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi Pemerintah Indonesia. AKI di Indonesia masih tinggi bila dibandingkan dengan AKI di negara Asia lainnya. Penurunan AKI hanya mencapai 52% dari keadaan tahun 1990 dari target 75%. Berdasarkan kecenderungan angka-angka tersebut, akan sulit dicapai target MDGs tahun 2015 (Depkes RI, 2007).
                   Kepala Dinas Kesehatan Aceh M. Yani (2013) Dinas Kesehatan Aceh bertekad untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak di Aceh, dengan koordinasi terus menerus dengan kabupaten dan semua pihak yang terkait. Angka kematian ibu dan anak masih tinggi di Aceh. Angka kematian ibu dan anak mencapai 153 /100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Aceh menurun hingga 26 % pada tahun 2010. Diprediksikan, tahun ini AKI di Aceh akan terus menurun karena peran tenaga medis termasuk bidan sudah meningkat (Gampong/Desa Geuceu Kayee Jato, ATJEHPOST.com, Jumat 11 Januari 2013).
                   Kurangnya pengetahuan masyarakat, terutama kaum Hawa, mengenai kanker serviks dan keengganan untuk melakukan deteksi dini dengan pap smear, menyebabkan sebagian besar (>70%) pasien berobat kedokter dalam kondisi yang sudah parah dan sulit di sembuhkan. Hanya sekitar 2% dari wanita di Indonesia yang memiliki pengetahuan tentang kanker serviks (Aulia, 2012).
                   Usia wanita usia subur (WUS) sangat berpengaruh pada insidensi terkena kanker serviks, insidensi yang sering terjadi terdapat  yaitu pada usia antara  30-60 tahun, terbanyak antara 45-50 tahun. Wanita berusia <35 tahun menunjukan kanker serviks yang invasif dan Karsinoma In Situ (KIS). Setelah melewati usia >30 tahun harus menyediakan sarana penanganan untuk berhenti sampai di usia 60 tahun (Sarwono,2008).
                   Pengetahuan dan pendidikan wanita usia subur tentang kanker servik akan membentuk sikap positif terhadap rendahnya deteksi dini kanker servik. Hal ini juga merupakan faktor dominan dalam pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Pengetahuan dan pendidikan yang dimiliki wanita usia subur tersebut akan menimbulkan kepercayaan ibu tentang deteksi dini kanker serviks (Aziz, 2007).
                   Wanita dengan tingkat ekonomi rendah mempunyai resiko tinggi untuk menderita daripada perempuan yang ekonominya menengah atau tinggi hal ini berkaitan dengan gizi, status imunitas dan pelayanan kesehatan (Samadi, 2010).
                   WHO menganjurkan penggunaan tes Papanicolauo (Pap Smear) sebagai skrining awal yang efektif untuk mendeteksi lesi pada serviks atau vagina. Hasil sediaan Pap Smear yang representatif untuk skrining adalah yang mengandung sel yang mewakili squamocolumnair junction (WHO, 2008).
                   Test pap dapat mendeteksi perubahan awal sel di leher rahim (displasia) sebelum berubah menjadi kanker. Pap Smear juga dapat mendeteksi sebagian besar kanker serviks pada tahap awal (Ova, 2010).
                   Pemerintahan Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan menggelar pemeriksaan dan deteksi kanker rahim (papsmear) gratis bagi warga Kota Banda Aceh yang terdiri dari 90 desa. Pemeriksaan ini berlangsung di Rumah Sakit Umum (RSU) Meuraxa (Gampong/Desa Geuceu Kayee Jato, ATJEHPOST.com, Jumat 11 Januari 2013). 
                   Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk malakukan penelitian mengenai “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Pap Smear Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh”.



1.2 Rumusan Masalah
            Dilihat dari latar belakang  yang telah di jelaskan di atas, maka yang menjadi permasalahan adalah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Pap Smear Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh”
1.3  Tujuan Penelitian
1.3.1        Tujuan Umum
     Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang pap smear dalam deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh.
1.3.2        Tujuan Khusus
1)      Untuk mengetahui hubungan usia dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dalam deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh.
2)      Untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dalam deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh.
3)      Untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dalam deteksi dini kanker serviks di Rumah  Umum Meuraxa Kota Banda Aceh.


1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1  Manfaat bagi peneliti
                        Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan penelitian yang berhubungan dengan faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dalam deteksi dini kanker servik.
1.4.2        Manfaat bagi tempat penelitian
      Diharapkan penelitian ini  dapat memberikan informasi yang signifikan baik dalam membantu mengetahui faktor rendahnya informasi yang didapatkan dari pelayanan maupun penyuluhan kesehatan tentang pap smear dalam deteksi dini kanker servik.
1.4.3        Manfaat bagi instusi pendidikan
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam membimbing dan menambah pengetahuan mahasiswi kebidanan tentang pentingnya pap smear dalam deteksi dini kanker servik.
1.5  Hipotesis
1.5.1        Ada hubungan faktor usia terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dalam deteksi dini kanker servik di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh.
1.5.2        Ada hubungan faktor sosial ekonomi terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dalam deteksi dini kanker servik di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh.
1.5.3        Ada hubungan faktor pendidikan terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang pap smear dalam deteksi dini kanker servik di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh.

Tidak ada komentar: